Waspada Perilaku Konsumtif

by | Jun 30, 2021 | 0 comments

kreasa.id – Pola kehidupan masyarakat pada umumnya telah beradaptasi dengan kondisi pandemi yang sampai saat ini belum berakhir. Memilih kegiatan yang aman menjadi prioritas, sehingga aktivitas digital atau berselancar di internet menjadi pilihan utama dan tak terelakkan.

Tidak hanya pada orang dewasa atau orang tua, internet bagi anak-anak menjadi kebutuhan bersekolah serta bermain bersama gadget-nya. Namun dibalik kemudahan dan fungsi yang ditawarkan internet, tanpa disadari berbagai foto dan video yang tersebar membuat kita lebih rentan terpapar konsumerisme.

Emily Moorlock menyebut bahwa media sosial dan berbagai situs berbagi foto dan video telah memperburuk kondisi konsumtif. Apa yang terjadi? Melalui para digital influencer ditambah menariknya promo dan diskon yang secara terus-menerus menerpa Netter mendorong keinginan konsumtif semakin besar.

Bagi orang dewasa atau orang tua yang telah memiliki beban dan tekanan finansial sebagai pertimbangan akan lebih mudah mengontrol keinginan konsumsinya. Namun berbeda bila ini menerpa anak-anak, khususnya remaja atau ABG yang lebih mudah terpengaruh teman sebaya atau idolanya. 

Sebelumnya, apa itu “Consumerism atau Konsumerisme” yaitu perilaku manusia dalam melakukan sebuah kegiatan konsumen atau membeli atau memakai barang-barang secara berlebihan tanpa melihat nilai gunanya. Sedangkan Konsumtif adalah kecenderungan seseorang berperilaku berlebihan dalam membeli sesuatu atau membeli secara tidak terencana.

Perilaku Konsumerisme atau Konsumtif tentunya bukan hal yang bijak dan tepat saat pandemi. Hal ini harus dihindari, bagaimana caranya? yuk Parents simak tips berikut ini:

  • Mampu Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Konsep dasar mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan adalah untuk menghindari perilaku konsumsi yang tidak terencana, berlebihan atau tidak diperlukan. Membeli karena dibutuhkan berbeda dengan membeli karena keinginan, dan ini tidak hanya berlaku untuk orang tua namun patut diajarkan juga kepada anak-anak. Berikan pengertian kedua konsep tersebut sesuai dengan usia anak sehingga mereka dapat memahami dan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

  • Kurangi Kegiatan Online dan Lakukan Aktivitas Bersama Anak

Hindari terlalu sering mengakses media sosial atau cuci mata virtual karena dapat berakhir dengan checkout belanjaan dengan tergiur melihat barang yang digunakan orang lain atau karena diskon. Hal tersebut juga terjadi pada anak khususnya ketika menggunakan games online yang berpotensi mendorong mereka membeli kuota atau games yang diiklankan. Lakukan aktivitas bersama anak-anak agar tidak bergantung dengan gadget. Hidupkan suasana di rumah dengan hal-hal yang menyenangkan sehingga anak lupa untuk mengambil gadgetnya kembali.

  • Membuat Catatan Belanja 

Agar tidak mudah tergiur membeli barang yang tidak dibutuhkan khususnya karena diskon atau potongan harga, biasakan untuk selalu membuat catatan belanja sebelum pergi berbelanja. Khusus untuk anak-anak usia dini dapat memberikan pengertian diawal tentang apa saja yang akan dibeli agar mereka tidak jajan atau merengek minta dibelikan barang-barang lain yang menarik perhatiannya.

  • Budayakan Menabung

Dengan menabung kita terbiasa untuk berpikir panjang dan terencana sehingga perilaku konsumtif dan boros dapat dicegah. Melalui menabung anak-anak akan belajar bagaimana cara untuk menyisihkan uang, mengurangi keinginan jajan atau membeli barang yang tidak diperlukan. Orang tua dapat memantau dari uang jajan yang diberikan kepada anak, berapa yang dibelanjakan dan berapa yang tersisa sehingga jika terjadi selisih cukup besar dapat langsung didiskusikan dengan anak.

  • Berikan Teladan yang Baik

Memberikan contoh yang baik saat ingin mengajarkan sesuatu kepada anak adalah cara yang paling efektif. Tunjukkan pada anak dengan perilaku sederhana, seperlunya dan tidak berlebih-lebihan dalam kehidupan keseharian. Dengan begitu anak akan mengikuti pola komsumsi seperti yang dijalankan oleh orang tuanya sehari-hari.

Semoga bermanfaat 🙂

SHARE IT

You May Also Like

Dana Pendidikan Anak

Dana Pendidikan Anak

kreasa.id - Mungkin ada diantara Parents yang kaget atau tidak siap menyekolahkan anaknya karena dana tidak mencukupi. Meskipun di banyak negara termasuk Indonesia menyediakan program pendidikan gratis kepada masyarakat, namun mempersiapkan biaya pendidikan anak tetap...

Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Tips Mengatur Keuangan Keluarga

kreasa.id - Pandemi Covid-19 berdampak pada situasi ekonomi yang tidak menentu. Bagi sebagian besar masyarakat dan juga pelaku usaha di Indonesia, situasi ini menuntut kita untuk lebih pintar dan jeli dalam mengatur keuangan. Pemasukan yang mungkin berkurang mau tidak...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published.